Pages

Minggu, 03 Juni 2012

Berwisata di Banjarnegara Gilar-Gilar yukkk (part 14). . .

Wisata Budaya yang menakjubkan


      Nah, ayukkk kita lanjutkan jalan-jalan kita di Dataran Tinggi Dieng. Sebelumnya telah diperkenalkan wisata alamnya, sekarang akan diperkenalkan wisata budayanya ni..
  1.              Museum Kailasa, sebuah museum purbakala di Dieng
Museum Kailasa
Jika kalian tertarik pada Candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng, di Museum Kailasa ini wajib kalian kunjungi. Ditempat ini dapat diperoleh informasi lebih mengenai seluk-beluk candi-candi tersebut. Museum ini Terletak Di Lereng Bukit Semurup Dataran Tinggi Dieng, berdekatan dengan Cagar Wisata Candi Gatot Kaca.
Museum Kailasa berlokasi di dekat candi gatokaca, Dieng, Kecamatan.Batur, Kabupaten Banjarnegara. Terdapat 4 bangunan dan dua bangunan difungsikan sebagai ruang pamer berbagai macam benda dan artefak peninggalan sejarah.
              Kebanyakan barang yang dipamerkan adalah arca-arca dan batu-batu dari kompleks candi-candi yang ada di Dieng. Yang paling menarik adalah adanya arca Siwa berkepala tiga yang sering disebut dengan Siwa Trisirah. Siwa Trisirah diketahui merupakan bentuk pemujaan terhadap Siwa yang tertua. Selain itu museum ini juga memajang berbagai informasi mengenai kehidupan khas masyarakat asli Dieng, kesenian tradisionalnya, serta informasi mengenai anak gimbal yang fenomenal itu.  Selain itu, Museum Kaliasa berisi informasi lain mengenai Keterangan Cagar alam sekitar Daerah Wisata di Dataran Tinggi Dieng, Flora-Fauna, Kehidupan Masyarakat Dataran Tinggi Dieng, serta benda-benda Artefak warisan Arkeologi yg ditemukan disekitaran Dataran Tinggi Dieng.
Gedung Arca di museum Kailasa
           Di Museum Kailasa Dieng terdapat pula sebuah ruang teater untuk memutar film dokumenter mengenai mengenai Peninggalan Budaya di Dataran Tinggi Dieng, potensi alamnya maupun budayanya untuk pengunjung yang berjumlah minimal 10 orang. Berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung juga telah disediakan seperti restoran, shelter, panggung terbuka dan areal parkir.
              Saat keluar dari ruangan museum, cobalah kalian berjalan menaiki anak tangga batu menuju ke bangunan yang terletak paling tinggi. Bangunan ini berfungsi sebagai kafe. Sembari melepas lelah setelah mengelilingi candi dan museum, duduk di dalam kafe sambil menghirup minuman panas dan menikmati pemandangan Dataran Tinggi Dieng yang mempesona dari jendela sungguh sayang untuk dilewatkan. Rasa lelah akan segera hilang...
 2.       Peninggalan sejarah yang wajid kalian kunjungi
Selain telaga dan kawah,dataran tinggi dieng memiliki kekayaan berupa komplek candi candi yang merupakan bukti sejarah berabad-abad yang lalu.
Dinamakan komplek candi dieng plateau, karena keberadaan candi - candi di dieng berada dalam kelompok yang berdekatan. yang masing - masing kelompok terdapat beberapa candi. Menurut sejarahnya, candi yang berada di Dataran Tinggi Dieng dulunya terendam oleh genangan air yang kemudin ditemukan oleh seorang tentara inggris. Untuk lebih jelasnya, kalian dapat mengunjungi kompleks candi-candi di Dieng ataupun membaca sejarah candi di Dieng pada sumber lain.

Candi-candi di kawasan Dieng terbagi dalam 3 kelompok. Penamaan candi - candi di dataran tinggi dieng berdasarkan nama tokoh dalam cerita wayang yang diadopsi dari Kitab Mahabarata. Ketiga kelompok candi tersebut adalah Kelompok Arjuna, Kelompok Gatutkaca, dan Kelompok Dwarawati. Secara kewilayahan komplek candi dieng masuk Kabupatean Banjarnegara.

-                   Komplek Candi Arjuna
Komplek yang pertama, Candi Arjuna terdiri dari lima candi yaitu, Candi Arjuna, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Semar dan Candi Puntadewa. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai candi yang terdapat di komplek Candi Arjuna, menurut sumber yang ada.
Masing-masing candi memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri, serta mempunyai sejarah masa lalu yang berbeda pula. Menurut sumber yang ada nih, bahwa candi-candi ini selalu digambarkan dewa-dewa pendamping utama Siwa, kecuali pada candi yang istimewa yaitu candi Srikandi yang digambarkan pada relung-relung semu adalah dewa-dewa utama agama Hindu yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu.
Kelompok Candi Arjuna ini terdiri dari lima candi tersusun dalam dua deret, deret di sebelah timur candi yang semuanya menghadap ke barat serta deret sebelah barat menghadap ke timur.
Candi Arjuna

Candi arjuna merupakan sebuah Candi Hindu yang berdenah dasar persegi dengan luas ukuran sekitar 6 m². Candi ini mirip dengan candi-candi di komples Gedong Sanga. Atap candi arjuna membentuk kubus bersusun, semakin ke atas semakin mengecil.
Candi Arjuna dari samping
Candi Arjuna dari depan
Konon Kompleks Candi Arjuna memberikan nuansa lain daripada sekedar tempat persembahyangan umat Hindu pada masa lalu. Sedikitnya relief dan prasasti yang mengungkap tentang latar belakang candi ini menjadikannya sebagai salah satu candi paling misterius di Asia.
Didalam Candi arjuna terdapat Yoni berbentuk meja bagian tengah berlubang menampung tetesan air dari langit atap candi. Apabila tampungan penuh air meluap mengalir ke bagian linga dan diteruskan ke depan luar candi.
Candi Semar
Pada dinding candi Semar terdapat lubang kecil yang berfungsi sebagai fentilasi. Sedangkan atap candi semar berbentuk limasan.

Candi Sembadra
Dengan bentuk dasar bujur sangkar, sedangkan atap candi Sembadra berbentuk kubus dengan ukuran hampir sama dengan ukuran tubuh candi sembadra.
Candi Srikandi
Candi Srikandi adalah candi yang terdapat di komplek candi arjuna. Bentuk dasar candi srikandi berbentuk kubus.
Candi Puntadewa
Candi Puntadewa adalah sebuah candi yang terdapat di komplek candi arjuna. dengan bentuk atap mirip seperti candi Sembadra

-                      Komplek Candi Gatutkaca
Komplek candi Gatutkaca terdiri dari lima candi yaitu, Candi Gatutkaca, Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk dan Gareng. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai candi yang terdapat di komplek Candi Gatutkaca, menurut sumber yang ada.

Candi Gatutkaca
Candi Gatotkaca
Gatutkaca adalah sebuah candi yang berukuran 4,5 x 4,5 meter dan berbentuk bujur sangkar. Komplek Candi Gatutkaca berada di sebelah barat kelompok Candi Arjuna di kaki bukit Pangonan menghadap barat.
Dahulu kala di lokasi ini terdapat enam bangunan candi yaitu candi Gatutkaca, candi Sentyaki, candi Antareja, candi Nakula – Sadewa dan candi Nalagareng, karena proses alam hanya candi Gatutkaca yang mampu bertahan hingga saat ini.
Melihat dari segi arsitekturnya candi Gatutkaca dibangun setelah candi Srikandi, hal ini diketahui dari cara penempatan tangga kaki, jumlah relung, denah bangunan dan denah atap tingkatnya. Candi Gatutkaca memiliki ornamen kala makara yang khas yaitu berupa wajah raksasa yang menyeringai tanpa rahang bawah.
Candi Bima
Candi Bima
Candi Bima diperkirakan dibangun setelah Candi Srikandi, menghadap ke timur bagian dengan denah candi berbentuk palang. Yang menarik dari candi ini adalah pada bagian atapnya yang sangat mirip bentuk shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan, selain itu pada bidang-bidang tingkatnya dihiasi dengan relung-relung yang melengkung. Candi Bima terletak di sebelah selatan candi Gatot kaca kurang lebih satu kilometer.
Dahulu di sekitar Dataran Tinggi Dieng diperkirakan terdapat beberapa candi namun karena proses alam, hanya candi Bima yang mempunyai tipe berbeda dengan candi-candi lain yang masih bertahan di komplek Candi Gatutkaca.
Bima adalah sebuah candi yang terbesar di dataran tinggi dieng dengan ketinggian 8 meter dan berukuran 6 x 6 meter. Candi Bima terletak didekat pintu masuk kawasan kawah sikidang. Dilihat dari segi arsitektur, candi Bima mendapat pengaruh gaya dari India Utara, yaitu terdiri dari tiga tingkatan mendatar.
Dahulu Candi Bima memiliki 24 arca kudu, yaitu sebuah arca yang berbentuk kepala manusia yang terletak di bilik jendela. Arca kudu ini seberat 15 Kg dengan ketinggian 24 Cm, Lebar 20 Cm dan tebal 27 Cm. Sampai dengan saat ini arca kudu yang terdapat di Candi Bima sekitar 13 Buah.

-                      Komplek candi Dwarawati
Komplek candi Dwarawati terdiri dari 4 Candi yaitu, Candi Dwarawati, Pandu, Margasari dan Abiyasa. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai candi yang terdapat di komplek Candi Dwarawati, menurut sumber yang ada.
Candi Dwarawati

Berada di bukit Perahu, berukuran 5,3 x 5,3 m, dan letaknya paling utara diantara candi-candi lainnya. Candi ini mengalami pemulihan total pada 1980. Candi ini berada paling timur di antara candi-candi yang ada di dataran tinggi Dieng, dan didirikan di atas bukit Perahu. Di lokasi ini dahulu ada dua buah candi yaitu candi Dwarawati dan Parikesit, ketika ditemukan keduanya telah runtuh berserakan, dan diperbaiki secara total. Candi Dwarawati adalah sebuah candi yang berdenah dasar segi empat, secara umum bentuk candi Dwarawati mirip seperti candi Gatutkaca.
Sedangkan candi lain yang berada di Komplek  Candi Dwarawati yaitu Candi Pandu, Candi Margasari, dan Candi Abiyasa. keberadaanya sudah tidak utuh lagi.
Lengkap sudah, kupas tuntas obyek wisata di Dataran Tinggi Dieng. Menarik bukan? Tak hanya keindahan alam saja yang dapat kita nikmati di Dieng, kebudayaan masa lalupun tak kalah menariknya. Wisata alamnya yang masih dengan mitosnya akan menjadi hal menarik lainnya, selain panorama alam yang ada.
Jangan hanya membaca dan menikmati indahnya panorama hanya melalui cerita teman kalian saja. Berkunjunglah beramai-ramai beserta keluarga, sanak saudara dan teman-teman kalian. Jangan lupa mendokumentasikan panoramanya yang indah dan sangat menakjubkan. Silahkan berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, temaaaaan... Aku tunggu lho ^_^
Kunjungi pula Website Kabupaten Banjarnegara http://www.banjarnegarakab.go.id/

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Dataran Tinggi Dieng, kunjungi websitenya

Berwisata di Banjarnegara Gilar-Gilar yukkk (part 13). . .


Dataran Tinggi Dieng

Satu lagi yang membuat obyek wisata di Banjarnegara yang kaya keindahan alamnya yang masih alami. Dataran Tinggi Dieng dapat menjadi pilihan wisata kalian. Keberadaan kekayaan alam dan kekayaan budayanya memberikan Dataran Tinggi Dieng telah dikenal masyarakat luas.
Kawah dan telaga merupakan fenomena alam yang mempercantik Dataran Tinggi Dieng yang memiliki beragam cerita menarikyang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.  Dataran Tinggi Dieng termasuk salah satu kawasan yang memiliki daftar kawah terbanyak di Indonesia,
  1. Kawah Candradimuka Dieng
Kawah Candradimuka
Untuk obyek wisata kawah yang pertama, terdapat Kawah Candradimuka terletak di  desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah.
Di kawah ini ada sumber air yang dipercaya memiliki kekuatan gaib (hehehe kelihatan mistis banget yaa?). Kekuatan gaib ini memiliki artian bahwa kawah ini hampir terlihat sama seperti gunung berapi. Namun sebenarnya  kawah ini bukan gunung berapi, tetapi merupakan pemunculan semacam sumber gas belerang yang berasal dari rekahan tanah. Kawah ini termasuk Kawah Aktif namun tidak berbahaya. Kondisi Kawah yang cukup luas memudahkan pengunjung untuk melihat pemandangan Kawah Candradimuka beserta aktivitasnya dari berbagai sudut pandang dengan jarak relatif dekat.
Keberadaan Kawah Candradimuka selalu dikaitkan dengan cerita pewayangan jawa. Kalian tentu tahu, kisah Gatotkaca mengenai tempat GatutKaca diJedi (rebus) sehingga memperoleh kesaktian Otot Kawat Tulang Besi. Kurang lebih seperti itu legenda mengenai Kawah ini. Namun sayangnya, kawah Candradimuka selalu di lewatkan wisatawan disamping jaraknya jauh dengan dieng, jalan menuju Kawah Candradimuka belum memungkinkan dilewati kendaraan besar. Padahal disekitar Kawah Candradimuka kondisi alam masih nampak indah, berupa lahan pertanian dan bebukitan.
 2.       Kawah Sikidang Dieng Dan Pesona Lokasinya
Kawah Sikidang
Kawah Sikidang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Kawah Sikidang adalah kawah vulkanik terpopuler dan terbesar di Dieng dengan lubang kawah gunung berapi berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas sehingga air kawah mendidih.
Uap panas yang keluar disertai semburan air yang mendidih berwarna kelabu yang konon lokasinya selalu muncul berpindah-pindah dan berlompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain seperti seekor Kidang, sehingga dinamai kawah Sikidang. Terdapat aktivitas vulkanik ini memberi  daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dilokasi ini kalian akan mencium aroma belerang yang menyengat tapi hal tersebut bukanlah penghalang untuk menikmati keindahan pesona kawah sikidang.
Konon air dan lumpur di kawah ini memiliki suhu 98 derajat celcius, dan bahkan mungkin lebih. Pagar bambu dibangun mengelilingi kawah demi keselamatan para pengunjung. Beberapa meter dari pintu masuk terdapat sebuah papan peringatan agar Anda berhati-hati dalam melangkah, serta larangan menyalakan api dan membuang puntung rokok.
Ada yang menarik di Kawah Sikidang lho? Kalian dapat berkuda berkeliling obyek wisata Kawah sikidang, namun sayangnya kegiatan berkuda ini hanya dapat dinikmati pada hari-hari tertentu saja dengan menyewa kuda tunggangan milik warga lokal. Jika kalian belum pandai menunggang kuda, tidak menjadi masalah karena pemilik kuda akan dengan senang hati membimbing kalian berkeliling dengan berkuda. Disekitar lokasi kawah juga terdapat hal menarik lainnya lagi lho? Dilokasi ini terdapat semacam genangan air mendidih dan sering di gunakan untuk memasak telor bagi para penggunjung.
Dilokasi ini, kalian akan menjumpai wanita dengan karung berisi bongkahan-bongkahan belerang yang dijual sebagai souvenir khas Kawah Sikidang. Meskipun baunya sangat menyengat, namun uap yang mengandung belerang ini dipercaya mempunyai banyak manfaat.
Bila beruntung, kalian juga bisa melihat beberapa orang penambang belerang yang sibuk mencari bongkahan-bongkahan belerang untuk dijual ke kota. Masih banyak obyek wisata kawah di Dieng, lebih jelasnya kalian berkunjunglah untuk menikmati keindahan kawah lainnya. Bila kalian ingin merasakan obyek wisata yang mempunyai susasana seperti berada berdiri di atas tanah bermagma bumi, Kawah Sikidang adalah tempatnya. Namun ingat, hati-hati dalam melangkah dan jangan menyalakan api. Semoga beruntung..
3.       Obyek Wisata Dieng Sumur Jalatunda
Sumur Jalatunda
Ada sumur namun bukan sembarang sumur nih di Dataran Tinggi Dieng. Sumur Jalatunda namanya, berasal dari kawah mati selama ribuan tahun, yang terisi air sehingga terlihat seperti sebuah sumur raksasa.
Saat kalian berkunjung ke Sumur Jalatunda, berhati-hatilah! Sumur ini berdiameter kurang lebih 90 meter dan kedalaman ratusan meter. Ada kepercayaan penduduk setempat jika seseorang berhasil melemparkan batu menyeberangi sumur tersebut, maka segala keinginannya akan terlaksana. Bahkan air sumur Jalatunda mempunyai kekuatan magic sehingga banyak dimanfaatkan wisatawan. Wah wah, iseng-iseng boleh kalian coba tuh, tapi jangan menjadikan hal yang menimbulkan musrik yaaa...

  1. Menelisik Keindahan Telaga Warna
Telaga Warna
Obyek wisata alam lainnya berupa telaga. Seperti kawah-kawah yang berada di Dataran Tinggi Dieng, banyak telaga yang juga dapat dijumpai pada Dataran Tinggi Dieng.
Yang pertama, Telaga warna. Cerita keindahan Telaga Warna "Dieng Plateau", telah menjadi tujun wisata Dieng yang menarik banyak wisatawan. Jalan yang dihiasi taman-taman telaga akan menyambut kalian saat memasuki pintu gerbang kawasan wisata Telaga Warna. Berada diantara barisan bukit-bukit tidak membuat Telaga Warna sepi dari pengunjung.
Ternyata eh ternyata, Telaga Warna konon katanya airnya dapat berubah dalam berbagai warna lho??? Eeitss jangan kecewa dulu, saat kalian sampai didepan Telaga Warna tersebut pastinya sejauh mata memandang, seluruh permukaan telaga tetap terlihat berwarna hijau tanpa ada sentuhan warna lainnya.

Ternyata ada trik untuk menikmati keindahan telaga ini. Di pintu belakang terdapat sebuah jalan setapak menanjak ke arah salah satu bukit yang memagari telaga. Jalan tanah ini hanya cukup untuk dilewati satu orang saja. Tanjakannya memang tidak begitu terjal, namun cukup licin mengingat kawasan Dieng sering dilanda hujan. Beberapa ratus meter mendaki, sampailah di puncak bukit dengan pemandangan yang akan membuat siapa saja terpesona. Di bawah sana, telaga warna terhampar indah. Air akan terlihat bergradasi dengan warna yang sangat indah. Penasaran? Berkunjunglah dan lihatlah keindahan warna yang terpancar dari permukaan air telaga. Serta sepoinya udara pegunungan Dieng, yang menenangkan jiwa yang lelah dan membuat kalian terpukau, akan indahnya alam semesta ini...

            Masih banyak obyek wisata di Dieng yang brlum dapat disebutkan, untuk lebih jelasnya, kalain dapat langsung berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Namun, untuk obyek wissata berupa kebudayaan masa lampau, akan masih berlanjut, teman... To be continue ^_*

Sabtu, 02 Juni 2012

Berwisata di Banjarnegara Gilar-Gilar yukkk (part 12). . .

Ada yang baru di Banjarnegara nih, mari intip yukkk

Yang baru di Banjarnegara itu bernama Surya Yudha Spot Centre “SYSC”. Tempt wisata yang memadukan tempat olah raga, arena wisata air dengan alam terbuka hijau, yang berada di sekitar derasnya aliran sungai serayu yang akan menambah pemandangan sejuk dan indah di sekitarnya.
Waterpark SYSC
SYSC berada di Desa Rejasa, Kecamatan Madukara tepatnya sebelah kiri dari Kota Banjarnegara sebelum BPR,Surya Yudha Kantor Pusatyang menempati area yang cukup luas. Jika akan menuju ke SYSC, jika dari Alun-Alun Banjarnegara ataupun dari arah kota banjarnegara kita menuju ke arah utara setelah jembatan Rejasa terus maju sedikit kurang lebih 100m lihat papan nama dan kita bakal menjumpai Bangunan megah sebelum tikungan BPR Surya Yudha sebelah kiri di pinggir jalan ada semacam gasebo bergaya bangunan klasik di situlah pintu masuk ke Surya Yudha Sport Centre “SYSC”.
Meski tergolong tempat wisata yang baru namun SYSC termasuk tempat yang mempunyai pergerakan yang sangat baik, terbukti dari banyak pengunjung yang menikmati fasilitas yang di sediakan, terutama wahana airnya.
Arena bermain anek
SYSC menyediakan tempat dan sarana olah raga yang memadai dan komplit, mulai dari Lapangan Badminton, Bola Voley, Tenis Meja, Futsal dengan Rumput Sintetis maupun kayu, Tenis Lapangan, Bilyard yang kesemuanya adalah lapangan Indoor dan parkir cukup luas. Sedangkan untuk wahana airnya terdapat 7 kolam dengan berbagai ukuran dan kedalaman untuk dewasa dan anak-anak ada di sana. Kolam renang Prestasi, Kolam renang Arus, Kolam renang Ombak Tsunami  merupakan kolam renang yang terbaru, Kolam Kecehan, Kolam Anak, Kolam Lagoon, Waterboom dengan berbagai ukuran serta ketinggian dengan kedalaman mulai dari 10 cm,20 cm, 40 cm. 80 cm, dan 150 cm, Ember Tumpah, Area bermain anak, serta terdapat pula kolam pancing air tawar. Di sekitar wahana air ini juga terdapat panggung untuk pertunjukan musik yang akan menghibur pengunjung. Emm penasaran??? Eh ternyata masih banyak lagi fasilitas yang ada di SYSC lho.. Tarif wahana airnya hanya Rp. 15.000 saja, sedangkan untuk tarif lainnya silahkan berkunjung ke SYSC. Disediakan Pula Kolam Terapi Ikan.
Disediakan pula sarana Outbond yang dilengkapi aneka ragam permainan serta dibimbing instruktur Profesional. Flying Fox Terpanjang dijawa (200M) yang dapat menguji andrenalin kalian namun sangat mengasyikan.
Suasana di SYSC

Surya Yudha Spor Center mempunyai konsep perecanaan yang matang terlihat dari adanya wahana baru yang selalu ditambahkannya. SYSC juga di lengkapi Gedung pertemuan, Hotel yang mewah dan Restoran yang menyediakan menu makanan ringan, makanan serta minuman yang bervariasi, semua fasilitas yang ada pastinya akan menambah kenyamanan kalian ketika berada di SYSC. Fasilitas Hotel yang bergaya modern akan menjadi tempat bermalam kalian yang sangat nyaman, ketika kalian akan bermalam di Banjarnegara lho, menikmati semua obyek wisata di Banjarnegara.

Waterboom untuk anak
Semakin seru berwisata di Banjarnegara kan??? Nahhh daripada hanya penasaran, buruan ajak keluarga, saudara, teman-teman kalian menikmati dahsyatnya Kolam Ombak Tsunami dan semua wahana airnya yang seru-seru pastinya...

Menjelang liburan tahun ajaran baru kali ini, tidak ada salahnya menikmati pesona Banjarnegara lainnya dengan banyak obyek pariwisata yang akan membuat liburan jadi seru dan seru. Jangan lewatkan juga Yudha Spot Centre “SYSC” menikmati kolam renang dengan air bersih dan segar.

Silahkan beramai-ramai menikmati wahana airnya dan silahkan berkunjung ke Banjarnegara, temaaaaan... Aku tunggu lho ^_^
Kunjungi pula Website Kabupaten Banjarnegara http://www.banjarnegarakab.go.id/

Berwisata di Banjarnegara Gilar-Gilar yukkk (part 11). . .

Curug Pitu Banjarnegara, Air Terjun Tujuh Tingkat

 Banjarnegara yang terkenal dengan Dawet Ayunya ini ternyata mempunyai potensi wisata alam yang sangat indah yang wajb kalian coba kunjungi lho... Wisata alam itu bernama Curug Pitu. Curug Pitu berupa air terjun dengan daya tarik utama berupa Air terjun yang berjumlah tujuh buah air terjun yang bertingkat dari atas kebawah, mangkanya curug ini diberi nama Curug Pitu.
Curug Pitu terletak di Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh kabupaten Banjarnegara. Untuk akses ke Curug Pitu sangat mudah, berada pada pertigaan Tekidadi  dan terdapat plang besar bertulis “Curug Tujuh”. Nah dari pertigaan tersebut untuk mencapai tempatnya, kalian bisa menggunakan jasa ojek bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Curug Pitu
Wisata alam yang mulai diperkenalkan Kabupaten Banjarnegara ini mempunyai pemandangan yang masih sangat alami terutama pada curug teratas pada tingkat  ketujuh. Untuk melihat keseluruhan rangkaian tingkatan curug ini harus berjalan kaki naik keatas, jalan yang harus dilalui berupa jalan setapak yang sempit dan cukup licin. Eits tunggu dulu, jangan buru-buru kecewa gitu, dicoba dulu naik keatas sampai Curug yang terakhir.  Dijamin kalian tidak akan menyesal saat kalian berjalan dari air terjun pertama sampai yang terakhir, rasa lelah akan tergantikan dengan pemandangan yang indah saat berada pada air terjun paling atas. Pada tiap curug memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter yang menawarkan akses perjalanan yang menantang untuk melihat 7 tingkatan air terjun. Selain sebagaitempat berekreasi bersama keluarga, tempat ini juga sering sebagai arena camping. Setiap kanan kiri jalan terdapat kebun duren dan salak yang pasti membuat tertarik pengunjung.
Pada curug ketujuh yang berada pada bagian paling bawah, merupakan curug yang paling besar dan tinggi serta airnya sangat deras lho dengan kolam dibawahnya yang dapat digunakan untuk mandi atau berenang... Pada kanan kiri jalan terdapat hutan yang masih asri yang didominasi tanaman keras. Eitsss, saat kalian berada pada curug pertama, jangan terlena dengan derasnya air terjun yang menggoda kalian untuk bermain-main air karena masih ada 6 air terjun lagi yang harus kalian lihat.
Perjalanan dilanjutkan pada curug keenam. Saat kalian ingin melihat curug di atasnya, kalian harus mendaki jalan setapak. Jangan khawatir, ada anak tangga yang cukup memudahkan perjalanan keatas. Pada curug keenam, pemandangannya lebih indah, meski airnya tak sederas yang dibawah.
Berlanjut sampai curug diatasnya lagi, akan selalu menawarkan pemandangan alam yang indah dan asri. Pastinya very happy & fun *_*
Pada curug teratas (tingkat tujuh), pemandangan lebih eksotis lagi karena keenam curug di bawahnya dari sini akan terlihat indah. Penasaran bukan???
So, masih penasaran saja nih, tidak mau mencobakah??? Travelling yang meyenangkan tentnya... selain dapat melihat pemandangan yang indah dan masih sangat alami, tentunya akan membuat kalian sembari berolahraga, berjalan menyusuri setiap jalan sampai pada curug teratas.
Silahkan berkunjung ke Curug Pitu Banjarnegara, temaaaaan... Aku tunggu lho ^_^
Kunjungi pula Website Kabupaten Banjarnegara http://www.banjarnegarakab.go.id/

 
Copyright 2012 Gustini Putri Utami. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates